Jokowi Singgung Pemimpin Masa Depan : Berani Konsisten atau Tidak? Pada suatu kesempatan yang berkesan, Presiden Indonesia, Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi, mengajukan pertanyaan yang memicu pemikiran mendalam bagi pemimpin masa depan. Dalam sebuah pernyataannya, Jokowi dengan tegas mengingatkan tentang pentingnya konsistensi dalam kepemimpinan. Pernyataan ini tidak hanya relevan dalam konteks politik, tetapi juga memiliki makna yang lebih luas dalam berbagai aspek kepemimpinan dan pengambilan keputusan.

Jokowi Berharap Pemimpin Mendapat Kepercayaan Masyarakat

Menurut Jokowi, kepemimpinan presiden setelah dirinya akan sangat menentukan masa depan Indonesia. Dimana, ia menilai Indonesia memiliki banyak potensi untuk berkembang pesat menjadi negara maju menyusul berbagai pencapaian dalam negeri bahkan internasional dalam beberapa tahun terakhir. Bukan tanpa sebab, tantangan ke depan tidak mudah. Sedangkan pilihan kebijakan yang ada akan semakin sulit, dengan begitu hal ini memerlukan keberanian.

Jokowi juga berharap pemimpin berikutnya mendapatkan kepercayaan masyarakat sebagai modal politik. Hal ini merupakan faktor penting untuk melahirkan kebijakan atau keputusan besar. Jokowi awalnya bicara soal program hilirisasi yang tengah digencarkan pemerintah. Dia menyebut hilirisasi itu menekankan pada manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

Konsistensi adalah elemen kunci dalam kepemimpinan yang mengindikasikan kemampuan seorang pemimpin untuk mempertahankan visi, nilai, dan tujuan yang telah ditetapkan, terlepas dari berbagai tantangan dan perubahan lingkungan. Seorang pemimpin yang konsisten memiliki integritas yang kuat dan mampu membangun kepercayaan dengan jajaran bawahannya dan masyarakat secara luas.

“Hilirisasi yang ingin kita lakukan adalah hilirisasi yang melakukan transfer teknologi yang memanfaatkan sumber energi baru dan terbarukan, serta meminimalisir dampak lingkungan,” kata Jokowi dalam Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPD RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2023).

Pentingnya Konsistensi dalam Pengambilan Keputusan

Konsistensi dalam pengambilan keputusan merupakan landasan penting dalam memastikan kestabilan dan keberlanjutan suatu kebijakan atau program. Ketika seorang pemimpin mampu konsisten dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan nilai dan visi yang dianut, ini mengirimkan pesan kepada publik bahwa pemimpin tersebut memiliki kejelasan arah dan tekad yang kuat.

“Ini bukan tentang siapa yang jadi presidennya. Bukan, bukan itu.Tapi apakah sanggup atau tidak? Untuk bekerja sesuai dengan apa yang sudah dimulai saat ini. Apakah Berani atau tidak? Mampu konsisten atau tidak?” kata Jokowi menambahkan di Kompleks Parlemen, Jakarta. “Apakah berani atau tidak? Mampu konsisten atau tidak? Karena yang dibutuhkan itu adalah napas yang panjang karena kita tidak sedang jalan-jalan sore.

Kita juga tidak sedang lari sprint, tapi yang kita lakukan harusnya adalah lari maraton untuk mencapai Indonesia Emas,” ungkapnya. “Karena yang dibutuhkan itu adalah nafas yang panjang karena kita tidak sedang jalan-jalan sore. Kita juga tidak sedang lari sprint tapi yang kita lakukan harusnya adalah lari marathon untuk mencapai Indonesia Emas,” ujarnya.

Tantangan dalam Menjaga Konsistensi

“Setiap capres-cawapresnya, jawabannya, ‘Belum ada arahan Pak Lurah.’ Saya sempat mikir siapa ini Pak Lurah? Sedikit-sedikit Pak Lurah. Belakangan saya tahu yang dimaksud Pak Lurah itu saya,” kata Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/8).

Jokowi menegaskan ia tak punya peran apa pun dalam pilpres. Dia tak mau ikut campur karena proses pemilu adalah urusan partai politik. Menjaga konsistensi dalam kepemimpinan bukanlah hal yang mudah. Lingkungan politik, ekonomi, dan sosial yang terus berubah dapat menghadirkan tekanan dan tuntutan yang dapat merongrong konsistensi. Namun, pemimpin yang mampu tetap konsisten dalam menghadapi perubahan ini cenderung lebih mampu mengatasi tantangan jangka panjang.

Baca juga : Dalam Sidang Tahunan MPR RI 16 Agustus 2023 Dihadiri 1.549 Undangan

Konsistensi sebagai Inspirasi bagi Pemimpin Masa Depan

Pernyataan Jokowi mengenai konsistensi tidak hanya berfungsi sebagai pengingat bagi para pemimpin saat ini, tetapi juga sebagai inspirasi bagi generasi pemimpin masa depan. Mempertimbangkan tantangan dan kompleksitas dunia yang semakin berkembang, pemimpin masa depan akan dihadapkan pada ujian untuk tetap berpegang pada nilai dan visi mereka.

“Pemimpin juga membutuhkan dukungan dan kerjasama dari seluruh komponen bangsa.” katanya. Presiden juga berterima kasih kepada para pimpinan lembaga tinggi negara, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemimpin adat, guru, tenaga kesehatan, budayawan, media, polisi, TNI, hingga parta politik hingga masyarakat atas dukungannya selama ini.

Mengukur Konsistensi dan Adaptabilitas

Namun, penting untuk diingat bahwa konsistensi tidak boleh diartikan sebagai keengganan untuk beradaptasi dengan perubahan yang diperlukan. Seorang pemimpin yang konsisten juga harus mampu menggabungkan fleksibilitas dan adaptabilitas dalam menghadapi situasi yang berubah. Keseimbangan antara konsistensi dan adaptabilitas adalah kualitas penting bagi pemimpin modern.

Pernyataan Jokowi tentang konsistensi dalam kepemimpinan adalah panggilan untuk introspeksi bagi para pemimpin saat ini dan masa depan. Menghadapi dinamika dunia yang terus berubah, pemimpin perlu mempertimbangkan bagaimana mereka dapat menjaga konsistensi nilai dan visi sambil tetap mampu beradaptasi dengan tantangan baru. Konsistensi bukanlah tujuan akhir, tetapi merupakan dasar yang kuat untuk membangun kepemimpinan yang kuat dan berdampak positif.

By oxcel

One thought on “Presiden Jokowi Singgung Pemimpin Masa Depan: Berani Konsisten atau Tidak?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *