Fakta Tentang Sinead O'Connor

Sinead O’Connor, seorang penyanyi dan penulis lagu asal Irlandia, telah meninggalkan banyak jejak dalam industri musik dengan vokalnya yang kuat dan pesan-pesan kontroversialnya. Kabar tersebut mengingatkan kita pada kisah spiritual dari penyanyi 56 tahun tersebut. Ya, penyanyi nyentrik yang tenar lewat lagu Nothing Compares to You tersebut diketahui merupakan seorang mualaf.

Sayangnya setelah tembang menjadi hits, ia menjadi berita utama lantaran merobek foto Paus Yohanes Paulus II saat tampil di Saturday Night Live, pada 1992. Kepada penonton ia beralasan sedang melawan musuh yang sebenarnya. Aksi itu membuat kariernya meredup.

Fakta Tentang Sinead O’Connor

Berikut adalah beberapa fakta tentang Sinead O’Connor yang menyatakan bahwa ia masuk Islam sebelum meninggal dunia di usia 56 tahun:

  • Penyanyi populer era 90-an

Sepanjang karier-nya, ia merilis 10 album studio.Lagu berjudul Nothing Compares 2 U dinobatkan sebagai single nomor satu dunia pada tahun 1990 oleh Billboard Music Awards. Versi ballad lagunya, yang ditulis oleh musisi Prince, menduduki puncak tangga lagu di seluruh dunia dan mendapatkan tiga nominasi Grammy.

Pada tahun 1991, O’Connor dinobatkan sebagai artist of the year oleh majalah Rolling Stone karena kesuksesan lagunya tersebut. Ia juga mendapatkan penghargaan di Brit Award untuk artis solo internasional terbaik. Belum lama ini, O’Connor dianugerahi penghargaan untuk Album Irlandia Klasik di di RTE Choice Music Awards.

  • Pernah menjadi korban kekerasan seksual oleh ibunya

Di balik kesuksesannya, O’Connor ternyata adalah korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh ibunya sendiri. Penyanyi kelahiran Dublin ini lahir dari keluarga Katolik Roma di Glenageary, County Dublin. Kedua orang tuanya bercerai dan ia tinggal bersama sang Bunda yang sering melakukan kekerasan seksual.

“Itu adalah kekerasan fisik, yang dilakukan terutama secara seksual. Ia tidak mencoba berhubungan seks dengan saya, tetapi dia menghabiskan waktu terbaiknya untuk mencoba menghancurkan sistem reproduksi saya. Itu juga psikologis, benar-benar seperti ruang penyiksaan. Tapi, saya memaafkan ibu saya, dia tidak ‘sehat’,” kata O’Connor kepada People tahun 2012 lalu.

  • Pernah masuk rumah sakit jiwa

Di usia 13 tahun, O’Connor melarikan diri dari ibunya yang melakukan kekerasan seksual. Ia lalu tinggal bersama sang Ayah. Menjalani hidup yang stabil, O’Connor justru melakukan perbuatan kriminal dengan mengutil barang hingga kerap membolos sekolah. Ia pun dikirim ke rumah sakit jiwa Magdalena di Dublin selama 18 bulan karena perilakunya yang ‘nakal’.

“Saya tidak akan pernah mengalami kepanikan, teror, dan penderitaan seperti yang saya alami di tempat itu,” katanya kepada SPIN pada tahun 1990. Selama hidupnya, Sinead O’Connor juga berjuang dengan masalah kesehatan mental, termasuk depresi. Ia terbuka tentang tantangan ini dan telah mencari bantuan dalam upaya untuk mengatasi permasalahan kesehatan mentalnya.

  • Masuk Islam tahun 2018

Sinead O’Connor mengumumkan perpindahan agamanya menjadi Islam pada usia 51 tahun, tepatnya pada tahun 2018. Setelah berganti agama, ia sering mengenakan hijab sebagai tanda identitasnya sebagai seorang Muslimah. O’Connor mengumumkannya di Twitter dengan mengatakan bahwa tobat yang dilakukannya adalah ‘kesimpulan alami dari perjalanan teolog yang cerdas. Semua studi kitab suci mengarah ke Islam, yang membuat semua kitab suci lainnya menjadi tidak dibutuhkan’. Demikian seperti mengutip The Guardian.

Sejak masuk Islam, O’Connor mulai mendokumentasikan keyakinan barunya dan menulis bahwa ia sangat bahagia setelah diberikan jilbab pertamanya, dan mengucapkan terima kasih kepada semua saudara dan saudari muslim yang telah berbaik hari menyambutnya ke Ummah (masyarakat Islam). Ia juga mem-posting video YouTube saat ia akan menjalankan ibadah salat.

Setelah masuk Islam, Sinead O’Connor mengubah namanya menjadi Shuhada’ Davitt. Pergantian nama ini adalah bagian dari proses konversinya sebagai seorang Muslim. “Saat mempelajari Al-Qur’an, Anda akan menyadari bahwa Anda adalah seorang muslim sepanjang hidup dan Anda tidak menyadarinya. Itulah yang terjadi pada saya. Saya berusia 52 tahun, saya dibesarkan di Irlandia yang sangat berbeda dari yang ada sekarang. Itu adalah negara yang sangat tertindas, secara agama. Semua orang sengsara, tidak ada yang mendapatkan sukacita di dalam Tuhan,” katanya.

  • Berjuang melawan depresi hingga ditinggal sang putra

Pada pertengahan tahun 2000-an, O’Connor sempat buka-bukaan tentang perjuangannya melawan kondisi nyeri kronis fibromyalgia. Ia mengaku mengalami depresi yang memburuk hingga didiagnosis gangguan bipolar. Sebelumnya, O’Connor memang sempat terlibat pertarungan hak asuh dengan John Waters, ayah dari anak keduanya, Rosin. Ia bahkan menghadapi tuduhan seorang ibu yang buruk, hingga mencoba mengakhiri hidupnya pada 1999.

Pada 2013, O’Connor kembali menggemparkan publik setelah mengungkapkan sindrom stres pasca-trauma yang diidapnya, dan mengaitkan semua itu dengan masa lalunya. Di tahun 2015, ia mengaku overdosis di Facebook setelah dilaporkan berdebat dengan mantan suaminya Donal Lunny dan Frank Bonadio atas hak asuh dua anak bungsunya, Shane dan Yeshua. Masalah datang bertubi-tubi di hidup penyanyi ini. Pada Januari 2022, anaknya Shane meninggal dunia di usia 17 tahun. Sebelumnya, Shane dikabarkan hilang, Bunda.

Sebelum memutuskan untuk masuk Islam, Sinead O’Connor telah menunjukkan minat yang mendalam dalam hal-hal spiritual dan agama. Ia pernah menjadi anggota agama Katolik Roma sebelum akhirnya memutuskan untuk berpindah keyakinan. Selama karirnya, Sinead O’Connor telah merilis banyak lagu yang mencerminkan pandangannya tentang kehidupan, agama, dan masyarakat. Lagu-lagunya seringkali membawa pesan-pesan sosial dan politik yang kuat.

Meskipun dikenal sebagai penyanyi berbakat, Sinead O’Connor juga terkenal karena kontroversi yang melingkupi kariernya. Salah satu momen paling kontroversial adalah ketika ia merobek gambar Paus Yohanes Paulus II di acara “Saturday Night Live” pada tahun 1992 sebagai protes terhadap skandal seksual dalam Gereja Katolik.

Sebagai penyanyi dan penulis lagu yang dihormati, Sinead O’Connor meninggalkan warisan musikal yang kuat. Lagu-lagunya seperti “Nothing Compares 2 U” dan “The Emperor’s New Clothes” tetap menjadi karya-karya yang diingat dan dihargai oleh penggemar musik di seluruh dunia. Sayangnya, karena keterbatasan informasi saya, saya tidak dapat memberikan informasi terkini tentang apakah Sinead O’Connor telah meninggal dunia atau tidak pada usia 56 tahun.

By oxcel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *