Kebakaran Hutan, sebuah kawasan alam yang kaya akan keindahan alam dan keragaman hayati, saat ini mengalami tragedi besar akibat kebakaran hutan yang melanda. Kebakaran ini telah menghanguskan sekitar 15 hektare padang ilalang yang merupakan bagian penting dari ekosistem di sekitar gunung tersebut.

Kebakaran yang memusnahkan padang ilalang di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, ini terjadi pada Minggu (13/8/2023) dan sampai saat ini, tim pemadam kebakaran bersama dengan relawan dan pihak berwenang masih berjuang keras untuk mengendalikan dan memadamkan api yang menjalar dengan cepat. Kondisi cuaca yang kering dan angin kencang telah memperburuk situasi, membuat usaha pemadaman menjadi lebih sulit.

Padang ilalang yang terbakar merupakan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna endemik yang unik. Kerusakan yang diakibatkan oleh kebakaran ini akan memiliki dampak jangka panjang terhadap keseimbangan ekosistem di area tersebut. Selain itu, asap dari kebakaran ini juga berpotensi merugikan kesehatan manusia dan mengganggu kualitas udara di sekitar wilayah tersebut. Dari total luas petak 1 Gunung Bekel sekitar 680,6 hektare, 15 hektare di antaranya terbakar.

Pengurus LMDH Seloliman Jolotundo, Suwarno mengatakan hasil investigasi SAR dan potensi relawan terkait penyebab kebakaran di Petak 1 Gunung Bekel diduga akibat kelalaian manusia. Pemadaman api melibatkan personel dari berbagai pihak, yaitu BPBD Kabupaten Mojokerto, Perhutani, Polsek, Koramil, tim pemadam api masyarakat Kedungudi, LMDH, relawan, dan warga sekitar.

“Kobaran api mulai kecil sekitar pukul 23.45 WIB dan upaya pemadaman masih dilakukan. Api berhasil dipadamkan pada pukul 01.30 WIB (12/8/2023),” katanya kepada Nawacita, Sabtu (12/8/2023). “Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung menuju lokasi. Api membakar ilalang dan semak belukar,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim.

Penyebab Kebakaran

Diduga pemburu lebah madu yang saat mencari madu menggunakan asap untuk mengusir lebah,” jelas Suwarno kepada SURYA, Minggu (13/8/2023). Tapi ini masih belum pasti masih dugaan. “Mungkin saat itu ditinggal belum mati atau nyala tetapi tidak bisa mematikan, karena kondisi cuaca panas dan angin. Sehingga kemungkinan merembet dan api membakar padang rumput ilalang di sisi barat Puncak Gunung Penanggungan,” bebernya.

Akibat kebakaran itu, jalur pendakian Gunung Penanggungan sempat ditutup, Jumat (11/8) malam. Namun setelah proses pemadaman usai Sabtu pagi, trek sudah dibuka dan bisa dilalui pada sore harinya melalui Jalur Tamiajeng dan Jolotundo. Seperti yang diketahui, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi Gunung Bekel yang berada di sisi barat Gunung Penanggungan, Kecamatan Trawas.

Lokasi kebakaran itu tepatnya di petak 1 Gunung Bekel yang berada di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas. Disamping itu, mengantisipasi kobaran api semakin menjalar, petugas melokalisir api. Dengan menebas rumput dan semak kering di sekitar lokasi. Kobaran api berhasil dijinakkan setelah dilakukan pemadaman lebih dari enam jam lamanya.

Petugas gabungan Perhutani, LMDH, Potensi relawan berupa memadamkan api dengan alat seadanya. Mereka menggunakan batang pohon untuk memadamkan api lantaran lokasi kebakaran sulit dijangkau, berada di tebing dan jauh dari sumber air. Namun terjadinya kebakaran masih belum bisa dipastikan penyebabnya. Khakim menambahkan, menurut informasi dari Perhutani, kebakaran tidak disebabkan oleh ulah manusia, tetapi oleh faktor alam.

Pihak berwenang dan organisasi lingkungan setempat telah mengeluarkan pernyataan untuk mengajak masyarakat serta pihak terkait untuk bersama-sama berkontribusi dalam upaya pemulihan dan perlindungan lingkungan. Program reboisasi dan rehabilitasi area terbakar akan menjadi fokus utama setelah api berhasil dipadamkan. “Angin yang cukup kencang yg bisa menyebabkan gesekan ranting kecil ditambah cuaca yang cukup panas diatas Gunung Penanggungan,” pungkas Khakim.

Kebakaran hutan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran akan bahaya kebakaran hutan dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Tindakan preventif seperti larangan membakar sembarangan dan pengawasan yang ketat terhadap aktivitas manusia di kawasan alam yang sensitif akan menjadi langkah penting dalam mencegah kejadian serupa di masa depan.

Semoga kebakaran ini dapat segera diatasi dan kehidupan ekosistem di Gunung Bekel dapat pulih kembali. Ini adalah panggilan untuk bersama-sama menjaga dan melindungi alam demi keberlanjutan ekosistem yang berharga bagi generasi mendatang.

Vulkanik Pemutih Badan Bpom Sabun Mandi Pemutih Kulit Seluruh Tubuh 250g Cair Sabun Mandi Cair Pemutih Kulit Seluruh Tubuh Sabun Pemutih Badan Ampuh Viral Di Tiktok lifusha sabun pemutih lifusha body wash korea sabun lifusha korea

✨PROMO✨Sabun Vulkanik Pemutih Badan Bpom Sabun Mandi Pemutih Kulit Seluruh Tubuh 250g Cair Sabun Mandi Cair Pemutih Kulit Seluruh Tubuh Sabun Pemutih Badan Ampuh Viral Di Tiktok lifusha sabun pemutih lifusha body wash korea sabun lifusha korea

By oxcel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *