Asep Berlian menjadi sorotan Bobotoh usai laga kontra Persib Bandung. Pertandingan antara Persib Bandung dan Dewa United baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah terjadi insiden bermain keras yang memicu kontroversi. Salah satu pemain Persib, Asep Berlian, mengakui kesalahannya dan dengan tulus meminta maaf atas tindakan tersebut.

Pertandingan yang sedang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), di datangi oleh ribuan orang penonton untuk menyaksikan pertandingan antara kedua tim tersebut. Namun, permainan itu menjadi ajang persaingan yang sehat berubah menjadi pertarungan yang kasar dan penuh dengan pelanggaran.

Pada menit ke-60 pertandingan, terjadi insiden yang mengguncang pertandingan. Asep Berlian, pemain bertahan Persib, melakukan tekel keras terhadap pemain Dewa United yang menyebabkannya terjatuh dengan keras. Wasit langsung memberikan kartu merah kepada Asep Berlian, mengusirnya dari lapangan.

Melakukan Tekel dengan Menghantam Kaki Bagian Depan

Asep Berlian melakukan tekel dengan kaki terangkat ke atas dan menghantam kaki bagian depan Rachmat Irianto. Aksi brutal tersebut membuat Rachmat Irianto meringis kesakitan. Namun asep Berlian dianggap beruntung lantaran wasit tidak memberikan kartu sama sekali akibat tekel tersebut.

Padahal posisi wasit tidak jauh dari lokasi kejadian. Banyak netizen yang menyerang dia di akun instagram. Setelah diserang oleh netizen, Asep Berlian pun meminta maaf kepada Bobotoh dan juga Rachmat Irianto. Dalam pertandingan tersebut, Dewa United berhasil menahan imbang Persib dengan skkor2-2.

Setelah pertandingan selesai, Asep Berlian mengeluarkan pernyataan resmi meminta maaf atas tindakannya yang kasar tersebut. Dalam pernyataannya, Asep mengakui bahwa tindakannya itu tidak pantas dan melanggar aturan fair play yang seharusnya menaati dalam sepak bola.

Asep Berlia mengaku bahwa perbuatannya itu adalah salah bukanlah peraturan dari Persib Bandung. Ia mengaku menyesal atas kejadian tersebut dan berjanji untuk belajar dari kesalahannya, dan tetap menghormati etika olahraga di masa mendatang.

Klub Persib Bandung juga turut mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Mereka menyatakan bahwa mereka tidak mengkondisikan pemain untuk bermain dengan kekerasan. Serta menghormati prinsip-prinsip fair play serta sportivitas dalam setiap pertandingan. Mereka menyatakan akan melakukan pertimbangan internal dan juga dihukum sesuai perbuatannya.

Sementara itu, Dewa United sebagai tim yang menjadi korban tindakan keras tersebut menyatakan kekecewaannya atas insiden tersebut. Mereka menekankan pentingnya menjaga integritas pertandingan dan menghindari kekerasan di lapangan. Dewa United juga berharap agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.

Kejadian Persib vs Dewa United, penting bagi semua pihak yang terkait untuk mematuhi peraturan, sportivitas, dan etika dalam olahraga itu. Dalam pertandingan sepak bola, persaingan sehat sangatlah penting dan harus mematuhi tinggi oleh semua pemain, pelatih, dan penggemar.

Setelah kejadian tersebut para pemain atau anggota untuk lebih berhati-hati dan mengutamakan semangat olahraga yang sehat untuk setiap pertandingan. Perbaikan budaya permainan sepak bola akan menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang positif. Dan juga menginspirasi bagi semua pihak yang terlibat dalam olahraga ini.

By oxcel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *